Tampilkan postingan dengan label #Wirausahawan #Entrepreneur #Wiki #Usaha #Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Wirausahawan #Entrepreneur #Wiki #Usaha #Mitos. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

TIPS MENCEGAH KEGAGALAN USAHA KECIL
 

Saat awal memulai bisnis usaha kecil, sering orang melupakan bagaimana mencegah kegagalan dalam usaha. Selalu ingin sukses tapi melupakan jalan untuk sukses. Kegagalan dalam usaha kecil sangat menyakitkan. Padahal dalam menjalankan usaha dibutuhkan waktu, mental dan keuletan. Bila mengalami kegagalan usaha tidak cepat putus asa, bangkit lagi dan mengevaluasi mengapa usaha mereka gagal dan memulai usaha baru dan tidak memilih jalan kegagalan dalam usaha lagi.

Kunci utama mendirikan usaha adalah pemasaran. Siapa yang akan membeli produk anda? Berapa orang yang mampu untuk membeli? Mengapa orang harus membeli produk anda? Bila tiga pertanyaan dasar dalam usaha tidak dapat anda jawab dengan benar, maka kegagalan usaha akan datang pada anda. Tetapi anda dapat mencegah kegagalan usaha kecil anda

Berikut ini adalah tips-tips bagaimana kita mencegah kegagalan dalam usaha kecil. Tips-tips ini tidak menjamin bahwa usaha anda tidak gagal, tetapi sedapat mungkin melakukan hal-hal tertentu untuk mempertahankan usaha anda selama mungkin.

1.       Menyisihkan Uang dalam Pemasaran

Usaha anda mungkin akan gagal, jika anda tidak menyisihkan waktu dan uang untuk pemasaran usaha kecil anda. Internet menawarkan banyak peluang gratis untuk pemasaran/iklan usaha anda. Lihatlah banyak situs yang menawarkan tayangan iklan gratis, manfaatkanlah untuk usaha anda. Atau dapat membuat blog gratis untuk menjaring lebih banyak orang untuk melihat dan membeli produk anda.
Jangan mengandalkan pemasaran bebas/offline, karena mungkin tidak berkelanjutan. Anda harus menekan biaya pemasaran anda juga, karena usaha anda baru tumbuh. Menyisihkan uang sebesar lima persen atau lebih dari penjualan kotor untuk pemasaran dapat menghindari usaha anda dari kegagalan.
Pemasaran memegang penting dalam peningkatan penjualan dan menciptakan merek untuk usaha anda.


1.       Menyisihkan Uang dalam Pemasaran

Usaha anda mungkin akan gagal, jika anda tidak menyisihkan waktu dan uang untuk pemasaran usaha kecil anda. Internet menawarkan banyak peluang gratis untuk pemasaran/iklan usaha anda. Lihatlah banyak situs yang menawarkan tayangan iklan gratis, manfaatkanlah untuk usaha anda. Atau dapat membuat blog gratis untuk menjaring lebih banyak orang untuk melihat dan membeli produk anda.
Jangan mengandalkan pemasaran bebas/offline, karena mungkin tidak berkelanjutan. Anda harus menekan biaya pemasaran anda juga, karena usaha anda baru tumbuh. Menyisihkan uang sebesar lima persen atau lebih dari penjualan kotor untuk pemasaran dapat menghindari usaha anda dari kegagalan.
Pemasaran memegang penting dalam peningkatan penjualan dan menciptakan merek untuk usaha anda.

3.       Pemasaran secara berkelanjutan

Pemasaran tidak hanya satu kali, tetapi harus berkelanjutan bahkan anda harus melakukan setiap hari. Luangkan waktu dalam sehari untuk pemasaran usaha kecil anda, tanpa anda mengganggu usaha kecil anda. Jika anda mempunyai blog gratis sedapat mungkin update dengan artikel-artikel baru, bisa dengan menjawab setiap pertanyaan yang sering muncul ketika anda melayani pelanggan atau beberapa pengakuan tulus dari pelanggan atas produk atau jasa anda.
Pasar setiap hari terus berkembang dan tumbuh. Baik pengusaha baru maupun lama siap bersaing dengan pasar potensial anda. Kecuali jika anda tidak mempunyai pesaing dalam usaha anda, anda boleh berhenti dalam pemasaran usaha kecil anda. Pemasaran secara berkelanjutan akan menjamin usaha anda tidak mengalami kegagalan.

4.       Berkonsentrasi pada satu usaha

Jika Anda punya semangat kewirausahaan, Anda mungkin tipe orang yang bisa melakukan 50 hal yang berbeda untuk 50 orang yang berbeda. Karena anda dapat mengenal dan mengatasi karakter pelanggan. Batasi bakat dan kemampuan untuk satu usaha untuk saat ini. Setiap usaha harus fokus hanya pada satu jenis usaha. Anda dapat mempertahankan usaha kecil Anda lagi dengan hal ini, dan usaha akan tetap bertahan dan tumbuh. 
Jika anda telah siap untuk mengembangkan usaha baru lagi yang memerlukan tenaga, uang lebih banyak, mendapatkan bantuan modal usaha kecil, dan anda siap untuk rencana bisnis baru tanpa menganggu usaha lama, silakan anda mengembangkan usaha baru.

5.       Pisahkan uang untuk usaha dengan uang pribadi.

Anda harus dapat memisahkan uang untuk usaha dengan uang pribadi anda. Pisahkan juga urusan usaha dengan urusan pribadi. Buatlah aturan yang harus anda patuhi. Kapan mengambil penghasilan usaha? Berapa persen yang harus anda ambil atas keuntungan usaha. Bila anda ingin usaha anda sukses jangan sekali-kali mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi, hal ini akan menyebabkan kegagalan usaha anda. 

Bekerja keras pada usaha Anda untuk menghindari kesalahan umum yang menyebabkan kegagalan usaha kecil. Anda tidak dapat menjamin keberhasilan, tetapi Anda harus melakukan semua yang dapat Anda lakukan untuk sukses. 



sumber :
http://akharisyuli.blogspot.co.id/2011/12/tips-mencegah-kegagalan-usaha-kecil.html

Minggu, 13 November 2016

WIRAUSAHAWAN





         Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.



Mitos

Mitos-mitos tentang wirausahawan yang menyatakan wirausahawan adalah pelaku, bukan pemikir. Seringkali mereka adalah orang yang sangat metodis sehingga merencanakan tindakan mereka dengan hati-hati. Mereka dilahirkan, tidak diciptakan. EAS Adiscipline membantu untuk menghilangkan mitos ini. Seperti semua disiplin ilmu, wirausahawan memiliki model, proses, dan kasus yang memungkinkan topik untuk dipelajari.
  • ·         Mereka adalah penemu, misalnya Ray Kroc, bukan ia yang menemukan waralaba makanan, tetapi ide-ide inovatifnya membuat McDonalds terkenal ke seluruh dunia.
  •       Mereka adalah orang aneh akademik dan sosial, keyakinan bahwa pengusaha adalah akademisi dan sosialisi yang tidak berhasil akibat dari beberapa pemilik usaha yang memulai perusahaan yang sukses setelah putus sekolah atau berhenti bekerja tetapi tidak lagi dipandang demikian, saat ini dipandang sebagai seorang profesional.
  •       Orientasi wirausahawan adalah uang, uang adalah sumber daya tetapi tidak pernah menjadi tujuan akhir.
  •       Semua membutuhkan keberuntungan, benar bila keberuntungan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat akan selalu menghasilkan keuntungan. Tapi keberuntungan terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.
  •       Wirausahawan adalah pengambil risiko yang ekstrem (penjudi), sebaliknya bekerja dengan risiko yang diperhitungkan. Wirausahawan bekerja paling sukses keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan risiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka.

Untuk Menjadi Wirausaha

Menggali diri

Kunci untuk mengidentifikasi jiwa pengusaha adalah dengan cara melihat karakter seseorang, khususnya pada hal-hal yang menjadi kebiasaan, alami dan dilakukan dengan baik. Setiap dari kita, memiliki susunan karakter tertentu yang menjadikan kita, apa adanya. Kami menggunakan kata Tema Karakter untuk menggambarkan unsur-unsur yang membentuk susunan karakter. Mengetahui Tema Karakter Seseorang adalah permulaan. Tema Karakter adalah inti, seperti pusat bola salju yang mengumpulkan lebih banyak salju ketika menggelinding menuruni bukit. Ia mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman dalam prosesnya. Tema Karakter membentuk pengetahuan dan pengalaman dalam satu wilayah yang berhubungan. Bila seseorang dengan kreativitas sebagai tema karakter yang dominan, akan memiliki kemampuan lebih untuk mengatasi situasi yang membutuhkan adaptasi dan perubahan dibandingkan dengan yang memiliki tema karakter dengan kreativitas yang lebih rendah. Pengalaman Hidup dapat mengembangkan dan memperkuat tema karakter, tetapi dapat juga menguranginya. Pendidikan dan latihan juga memberikan bentuk dan ukuran bola salju, pentingnya mengetahui tema karakter kita tidak dapat diremehkan sebaliknya semakin cepat kita mengetahuinya akan lebih baik. Wirausahawan memiliki enam tema karakter utama yang membentuk akronim:

F (Focus) untuk fokus,
A (Advantage) untuk keuntungan,
C (Creativity) untuk kreativitas,
E (Ego) untuk ego,
T (Team) untuk tim,
S (Social) untuk sosial.

Memulai usaha

            Ada empat kategori menjadi wirausahawan:
1. Penemu, mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi
2. Inovator, menerapkan sebuah teknologi baru atau metodologi untuk memecahkan masalah baru.
3. Marketer, mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau produk     substitusi yang lebih efisien.
4. Oportunis, pada dasarnya sebuah broker, pialang, yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan           jasa diberikan dan komisi.

Kemampuan yang diperlukan

Keterampilan yang dibutuhkan oleh para pengusaha dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama: keterampilan teknis seperti menulis, mendengarkan, presentasi lisan, pengorganisasian, pembinaan, bekerja dalam tim, dan teknis tahu-bagaimana(know-how), keterampilan manajemen usaha termasuk hal-hal dalam memulai , mengembangkan, dan mengelola perusahaan. Keterampilan dalam membuat keputusan, pemasaran, manajemen, pembiayaan, akuntansi, produksi, kontrol, dan negosiasi juga sangat penting dalam membangun dan mengembangkan usaha baru. Keterampilan terakhir melibatkan keterampilan kewirausahaan. Beberapa keterampilan ini, membedakan pengusaha dari manajer termasuk disiplin, pengambil risiko, inovatif, teguh, kepemimpinan visioner, dan yang berorientasi perubahan.

Kesalahan umum dan solusi
Berikut adalah sepuluh kesalahan umum yang sering dilakukan oleh wirausahawan, saat awal menjalankan bisnisnya:
1.       Kesalahan dalam Mengelola
2.       Kurangnya Pengalaman
      Manajer bisnis kecil perlu memiliki pengalaman jika mereka ingin mengembangkan usahanya.
3.       Kontrol Keuangan Kurang 
      Bisnis yang sukses membutuhkan kontrol keuangan yang tepat.
4.       Upaya Pemasaran yang Lemah
      Membangun konsumen untuk bertambah secara berkesinambungan membutuhkan usaha, pemasaran secara terus-menerus dan kreatif. Slogan, pelanggan secara otomatis akan datang, hampir tidak pernah terjadi.
5.       Kegagalan untuk Mengembangkan Rencana Strategis.
      Gagal dalam merencanakan, berarti gagal untuk bertahan.
6.       Pertumbuhan Tidak Terkendali
      Pertumbuhan adalah hal yang alami, sehat dan diinginkan oleh setiap perusahaan. Namun, harus direncanakan dan dikendalikan. Pakar manajemen Peter Drucker berkata perusahaan-perusahaan baru lebih baik untuk memperkirakan pertumbuhan modal hanya setiap peningkatan penjualan 40 hingga 50 persen.
7.       Lokasi Kurang Strategis
      Memilih lokasi yang tepat adalah sebagian seni dan sebagian ilmu. Seringkali, lokasi bisnis dipilih tanpa penelitian yang benar, investigasi, dan perencanaan.
8.       Kontrol Persediaan yang Barang Buruk
      Pengendalian persediaan barang adalah salah satu tanggung jawab yang sering terabaikan.
9.       Harga Tidak Tepat
      Menetapkan harga yang tepat sehingga menghasilkan keuntungan yang diperkirakan menuntut pemilik bisnis mengerti berapa biaya untuk membuat, memaasarkan dan mendistribusikan barang dan jasa.
10.   Tidak mempunyai kemampuan dalam Membuat Transisi Entreprenurial
      Setelah memulai,akan terjadi pertumbuhan, biasanya membutuhkan gaya manajemen yang sangat berbeda. Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenangnya dan tidak menangani - kegiatan operasional sehari-hari - sesuatu yang tidak bisa dilakukan olehnya.

Berikut adalah solusi untuk mengatasinya:
  • Mengenal bisnis secara mendalam.
  • Mengembangkan rencana bisnis yang matang.
  • Mengelola keuangan.
  • Memahami laporan keuangan.
  • Belajar mengelola manusia secara efektif.
  • Jaga kondisi Anda.

Penghargaan

Untuk memacu dan mengukur kualitas usahawan kita dapat mengikuti kompetisi wirausaha. Berikut bebebapa contoh kompetisi wirausaha di Indonesia.

- Wirausaha Muda Mandiri oleh PT. Bank Mandiri, Tbk
- Entrepreneur of the Year oleh Ernst and Young



https://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan